Breaking

LightBlog

Senin, 07 September 2020

Pengantar Jaringan Nirkabel

 

Teknologi Jaringan Nirkabel | Pengertian & Jenis-Jenisnya

Anda yang merupakan generasi tahun 80 hingga 90’an pasti ingat betul, bahwa untuk menelpon seseorang saja harus sedia uang koin dan menunggu antrian di telepon umum. Atau ada juga yang memilih untuk menelpon seseorang di wartel (warung telepon). Sebab, tidak semua orang yang memiliki fasilitas telepon rumah di kediamannya masing-masing.

Semua kisah di masa lalu sangat berbeda sekali dengan masa kini, karena untuk telepon atau melakukan komunikasi jarak jauh, tinggal pakai smartphone / gadget ataupun PC. Panggilan yang bisa dilakukan pun bukan hanya lewat suara saja, melainkan juga bisa melalui video call.

Ini semua terjadi akibat adalah teknologi jaringan nirkabel yang berkembang pesat hingga saat ini. Lalu, apa itu jaringan nirkabel?

Teknologi Jaringan Nirkabel dan Pengertiannya

Jaringan nirkabel atau wireless network merupakan teknologi komunikasi yang menggunakan media tanpa kabel untuk bisa saling terhubung. Jaringan nirkabel sering digunakan oleh jaringan komputer untuk jarak dekat maupun jarak jauh. Untuk jarak dekat, biasanya digunakan sebagai alat pemancar Bluetooth. Sementara, untuk jarak jauh biasanya digunakan sebagai satelit.

Keberadaan dari teknologi jaringan nirkabel sangat erat hubunganya dalam bidang teknik komputer, teknologi informasi dan juga telekomunikasi. Sebab, saat ini penggunaan dari jaringan nirkabel populer dan sudah banyak digunakan, karena dianggap lebih praktis dan instan dibandingkan dengan penggunaan jaringan dengan kabel seperti dulu.

Teknologi Jaringan Nirkabel dan Contohnya

Saat ini kita semua sudah mengenal dan telah menggunakan jaringan nirkabel, hingga ada banyak pihak yang memanfaatkan teknologi jaringan ini untuk diterapkan sebagai bisnis yang menjanjikan, contohnya seperti : tempat ngopi dengan layanan WiFi, penjual pulsa dan paket data, berjualan online menggunakan internet marketing dan lain sebagainya. Nah, dari sini tentunya Anda sudah paham apa saja contoh dari jaringan nirkabel itu sendiri.

Wireless Fidelity (WiFi)

WiFi merupakan suatu teknologi yang menggunakan peralatan elektronik sebagai alat penukar data secara nirkabel melalui jaringan komputer dan koneksi internet dalam kecepatan tinggi. 

 Wireless Local Area Network  (WLAN)

WLAN adalah sebuah teknologi jaringan nirkabel yang termasuk dalam cakupan satu area yang bersifat lokal, seperti di dalam satu bangunan atau gedung.

Wireless Wide Area Network ( WWAN)

WWAN adalah salah satu contoh sekaligus jenis jaringan nirkabel yang dapat dijangkau untuk area yang luas, seperti kota maupun negara. Biasanya penggunaan WWAN atau Wireless Wide Area Network ini dilakukan dengan menggunakan beberapa antenna maupun satelit.

 Wireless Personal Area Network (WPAN)

WPAN adalah jaringan nirkabel yang hanya dapat digunakan atau dapat dijangkau melalui area yang terdekat saja, contohnya seperti Infrared (Infra Merah) dan Bluetooth

Dari penjelasan contoh-contoh tersebut, secara langsung Anda pun dapat mengetahui jenis-jenis dari jaringan nirkabel. Namun, apakah Anda sudah mengerti mengenai alat dan juga cara kerjanya. Jika belum, maka simaklah dengan seksama.

Teknologi Jaringan Nirkabel, Alat dan Cara Kerjanya

Seperti halnya sebuah mesin, teknologi jaringan nirkabel tidak akan bisa berfungsi dengan baik apabila tidak dilengkapi dengan peralatan lengkap dan apabila tidak digunakan dengan semestinya. Untuk itulah, Anda harus mengetahui alat dan cara kerja dari jaringan nirkabel.

Inframerah / Infrared

Inframerah atau infrared adalah sekumpulan gelombang cahaya yang mempunyai frekuensi yang lebih rendah dari yang biasa diterima oleh mata manusia. Pada umumnya, inframerah banyak digunakan oleh sebagian besar sistem remot kontrol yang ada di televisi.

Kemampuan dari infrared terbilang cepat dan tidak memakan banyak biaya untuk melakukan koneksi. Dengan menggunakan inframerah atau infrared ini, kita bisa mengetahui status pesan yang telah dikirimkan, apakah sudah sampai ke penerima yang diinginkan atau belum. Sebab, biasanya dalam satu ruangan terdapat banyak penerima infrared.

Kendati demikian, inframerah mempunyai kekurangan, yakni hanya dapat digunakan untuk komunikasi searah saja, contohnya seperti : untuk mengirim data antar komputer dengan laptop. Selain itu, berkomunikasi menggunakan inframerah ini tidak bisa dilakukan apabila menembus gedung, karena memang hanya bisa berlangsung pada jarak yang berdekatan.

Bluetooth

Berikutnya adalah Bluetooth, yakni sebuah teknologi yang memungkinkn terjadinya hubungan antar dua perangkat tanpa menggunakan kabel. Cara kerjanyanya bermula dari sistem Bluetooth yang ada di dalam alat komunikasi yang dipakai oleh pengguna pertama sebagai pihak pengiriman untuk dihubungkan ke perangkat lain (yang juga memiliki sistem bluetooth) sebagai pihak penerima.

Selain biayanya jauh lebih murah, Bluetooth juga dapat mengirimkan data dengan lebih cepat dibandingkan dengan inframerah. Penggunaan Bluetooth juga dapat menembus tembok, selama radius atau jaraknya tidak lebih dari 10 meter.

 WIFI

 WiFi merupakan teknologi jaringan nirkabel yang paling banyak digunakan saat ini oleh masyarakat. Pasalnya, fasilitas Wifi telah tersedia di banyak tempat, mulai dari cafe, restoran, hotel, department store, barbershop hingga di warung-warung kecil.

Cara kerja dari sinyal Wifi tidak terhubung dengan transfer data. Pasalnya, kekuatan sinyal Wifi dipengaruhi oleh kuat lemahnya kemampuannya ketika terhubung dengan suatu jaringan. Keunggulan Wifi adalah, mudah untuk diakses dan dapat memberikan koneksi yang cepat. Akan tetapi, keberadaan dari Wifi seringkali dapat mengganggu perangkat komunikasi lainnya, seperti komunikasi radio siaran yang aktif dalam frekuensi yang sama.

Jaringan nirkabel Wifi terbentuk dalam komposisi yang sesuai, yakni dengan perlengkapan yang biasa digunakan untuk mengaktifkan media komunikasi Wifi.

Access Point

Kehadiran dari Access point diperlukan untuk mengatur lalu lintas data, yakni hubungan ke pusat transfer data. Kelebihan dari Access Point adalah, transfer data dapat diproses dengan lebih cepat, cakupan areanya lebih luas, sistem pengaturan dan kegunaannya juga lebih terjamin. Nah, biasanya penggunaan dari access point ini diterapkan sebagai hotspot Wifi dan jaringan Wifi perkantoran yang membutuhkan stabilitas serta sistem keamanan data yang terjamin.

Ad-Hoc

Ad-Hoc merupakan koneksi yang berjalan antar device Wifi peer to peer. Kelemahan dari Ad-Hoc ini adalah, apabila pemakaian Wifi terhubung terlalu banyak, maka koneksi transfer data menjadi lambat atau lemot. Namun keuntungannya adalah penggunanya relatif lebih murah.

Teknologi Jaringan Nirkabel dan Sistem Keamanannya

Banyak yang mengira bahwa kunci dari sistem keamanan jaringan nirkabel, khususnya Wifi, hanya bisa dioptimalkan melalui pembuatan password atau kata sandi yang sering diubah secara berkala. Namun faktanya lebih dari itu, karena memang ada beberapa hal yang dapat dioptimalkan sebagai sistem keamanan teknologi jaringan nirkabel. Adapun diantaranya, yaitu:

Mengubah Sistem ID (Identitas)

Pada umumnya, suatu layanan nirkabel dilengkapi oleh standar pengamanan yang menjadi identitasnya, yakni sering disebut sebagai SSID (Service Set Identifier) or ESSID (Extended Service Set Identifier). Namun, sebenarnya sangat mudah bagi para hacker untuk mengetahui identitas default dari sebuah layanan maupun jaringan. Oleh karena itu, guna untuk meningkatkan keamanan, Anda harus mengubah identitas atau sistem ID nya seunik mungkin agar tidak mudah ditebak oleh orang lain, termasuk para hacker.

Menonaktifkan Identitas Pemancar

Agar terhindar dari ulah para hacker nakal, sebisa mungkin jangan umumkan kepada setiap orang bahwa Anda memiliki jaringan nirkabel. Namun jika harus memberitahukannya kepada semua orang, maka Anda harus memeriksa perangkat keras yang digunakan secara manual. Hal tersebut dapat memudahkan Anda dalam mempelajarinya, sehingga Anda pun dapat mengetahui cara untuk mematikan identitas pemancarnya sewaktu-waktu.

Menyediakan Enkripsi

Keberadaan dari WEP (Wired Equivalent Privacy) dan WPA (Wi-Fi Protected Access) dapat melakukan enkripsi terhadap data-data saja, sehingga para penerima dapat membacanya. WEP memiliki banyak kelemahan, karena memang mudah disusupi oleh hacker. Hal ini disebabkan karena WEP hanya memiliki Kunci 128-bit dengan tingkat pencapaian rendah tanpa dukungan sistem keamanan yang signifikan. Sebaiknya, gunakan enkripsi dari WPA dengan peralatan yang telah diupgrade terlebih dahulu. Dengan demikian, pemakaian WPA akan lebih menjamin sistem keamanan nirkabel Anda dibandingkan dengan pemakaian WEP.

Batasi Penggunaan Traffic Yang Tidak Perlu

Sebenarnya, kebanyakan dari router teknologi jaringan nirkabel dilengkapi dengan firewalls. Tak bermaksud untuk mengutamakan keberadaan firewalls, namun penggunaan dari firewalls memang dapat membantu mempertahankan sistem keamanan jaringan. Akan tetapi, untuk melakukannya Anda harus membaca dan mempelajari petunjuk manual dari perangkat keras yang Anda gunakan. Kemudian, pelajari pula cara untuk mengatur konfigurasi Anda, agar hanya traffic-traffic yang memiliki izin Anda saja yang dapat dijalankan.

Ubah “Password / Kata Sandi” Default Bawaanya

Biasanya setiap penggunaan jaringan sudah dilengkapi dengan kata sandi atau password default bawaannya. Namun, kata sandi tersebut sangat mudah disalahgunakan, terutama bagi para hacker. Untuk itu, ubahlah kata sandi default tersebut dengan kata sandi lain yang sekiranya tidak mudah diketahui oleh orang lain. Selain itu, penting untuk selalu mengubah kata sandi secara berkala.

Kunci dan Lindungi Perangkat Anda

Cara pengaman terakhir bisa dilakukan dengan mengunci dan melindungi perangkat Anda. Semisal, dengan memasang anti virus yang selalu diperbarui sebagai upaya untuk meningkatkan keamanan pada perangkat yang Anda gunakan.

Saat ini kehadiran dari jaringan nirkabel memang masih dianggap tidak ada duanya. Namun, secanggih apapun itu, selain memiliki banyak kelebihan, jaringan nirkabel juga memiliki beberapa kekurangan.

Teknologi Jaringan Nirkabel dan Kelebihannya

Kemudahan penggunaan jaringan nirkabel membuat banyak orang seakan tak ingin lepas dari teknologi jaringan yang satu ini. Hal tersebut terjadi bukan tanpa alasan, karena jaringan nirkabel memiliki kelebihan-kelebihan yang lebih unggul dibandingkan dengan pemakaian jaringan berkabel.

Bebas Beraktivitas

Penggunaan dari teknologi jaringan nirkabel bisa dihubungkan dari mana saja, mulai dari di perangkat komputer, laptop hingga smartphone. Terlebih lagi, penggunaannya juga bisa diakses dari radius atau jarak yang lumayan jauh, sehingga siapa pun dapat lebih bebas beraktivitas dalam menggunakan jaringan nirkabel.

Mudah Dalam Proses Instalasi

Selain bebas beraktivitas dan dapat digunakan dimana saja, dalam penggunaan jaringan nirkabel Anda tidak membutuhkan kabel-kabel yang digunakan sebagai penghubung antar dua perangkat atau lebih. Dengan begitu, proses instalasi pun dapat berjalan dengan lebih mudah dan lancar, karena Anda tidak perlu melakukan hal-hal seperti, memanjat bangunan, membuat lubang di tembok, mengulur kabel dan semacamnya.

Wilayah Kerja Yang Luas

Penggunaan jaringan nirkabel dapat dilakukan dengan lebih leluasa, walaupun dilakukan dalam jangkauan jarak yang luas (sesuai batas radiusnya). Berbeda dengan penggunaan jaringan berkabel yang masih memiliki banyak keterbatasan, terutama ketika hendak menggunakannya di luar ruangan.

Teknologi Jaringan Nirkabel dan Kekurangannya

Selama ini, mungkin Anda beranggapan bahwa jaringan nirkabel merupakan teknologi yang sempurna. Namun tetap saja, kehadirannya tidak sesempurna yang telah Anda bayangkan, karena terdapat pula beberapa hal yang menjadi kekurangannya.

Menyebabkan Gangguan Gelombang Jaringan

Jaringan nirkabel merupakan koneksi data antar perangkat yang dikirim langsung oleh gelombang radio. Dalam proses ini, biasanya akan timbul masalah pada gangguan gelombang radio lainnya, mulai dari gangguan gelombang jaringan pada siaran radio yang telah aktif, gangguan gelombang jaringan pada telepon masuk dan lain sebagainya.

Sistem Keamanan Terganggu

Walaupun telah dilakukan berbagai cara sebagai upaya peningkatan sistem keamanan jaringan nirkabel yang digunakan. Namun, tidak menutup kemungkinan, sistem keamanan tersebut dapat diganggu atau bahkan dibobol. Untuk itu, sangat perlu dilakukan pengaturan sistem pengamanan yang benar-benar tepat.

Proses Konfigurasi Lebih Rumit

Memang, dengan memilih menggunakan teknologi jaringan nirkabel, Anda sudah tidak lagi direpotkan dengan urusan kabel-kabel. Namun, dalam proses konfigurasi penggunaan jaringan nirkabel terbilang rumit, sehingga harus dilakukan dengan panduan yang benar dan tepat dalam pelaksanaan konfigurasinya.

Walaupun memiliki beberapa kekurangan, namun tetap saja para pengguna jaringan nirkabel ini merasa sangat diuntungkan oleh kehadirannya. Apakah Anda juga merasa demikian?

7 komentar:

Adbox